Minggu, 24 April 2011

Posisi Duduk Boncenger Dilarang Nyamping!

(Suzuki Center) Posisi duduk pembonceng nyamping masih sering kita lihat di jalanan. Apalagi boncenger yang sudah berusia. Padahal berbahaya lo mbak, kak, non, neng, dan jeung yang terhormat .

Posisi yang pas tetap menghadap langsung ke pengendara di depan. "Posisi duduk menghadap pengendara, rapat dengan paha mengapit. Saat pengendara bermanuver, boncenger bisa mengikuti iramanya dengan mudah. Tidak melawan arah manufer pengendara," terang Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Bonceng menyamping tidak menguntungkan dan cenderung membahayakan pengendara dan orang yang dibonceng. boncenger sendiri. Itu karena memang lebih susah diendalikan karena keseimbangan terganggu.

Buat yang dibonceng, duduk dengan posisi menyamping bisa dipastikan juga memang kurang nyaman. Pinggang dan kepala jadi terpelintir karena meski dibonceng, tetap akan melihat ke depan motor. Kelamaan, lumayan nyeri juga.

Juga footstep yang jatahnya hanya dipakai untuk menopang satu kaki, eh dipakai bertumpu dua telapak kaki. Atau kadang, satu lagi terpaksa menggantung. Lama-lama kaki juga terasa pegal. 

Makanya dilarang!  (motorplus-online.com)

Selasa, 19 April 2011

Yessss…!!! Suzuki Siapkan Motor Sport Bermesin Satria FU150

(Suzuki Center) Welehhh… P2R agak kaget juga nih waktu dapat bisikan dari internal PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku pemilik hak edar atas motor merek Suzuki di Indonesia. Tulisnya… bukan katanya loh… (karena via sms), mereka sedang menyiapkan motor sport 150 cc berbasis mesin dari Satria FU150. Dipastikan ini bukan yang digosipkan sebagai pengganti Thunder 125 yang bakal dimasukkan dari India.

Masih kata si pengirim sms, langkah ini merupakan respon atas banyaknya masukan dari konsumen Indonesia lewat milis dan forum. Bikers pecinta Suzuki berharap motor sport seperti Suzuki FXR150 kembali dihidupkan. FXR150 basis mesinnya sama dengan FU150 dan diproduksi pertama kali 1997 di Malaysia untuk pasar Eropa, Australia serta Asia. Tidak begitu jelas alasannya, mengapa FXR150 stop produksi.

P2R pikir cukup beralasan, mengapa Suzuki berkenan mengakomodir untuk menciptakan motor sport bermesin Satria FU150. Secara teknologi speknya tidak kalah dengan Yamaha V-Ixion, bahkan masih bejaban jika dibandingkan CBR150. Satria FU150 bermesin tegak, 4 klep DOHC dan terkenal kencang.

Modelnya, sudah pasti harus dirombak yang lebih terkini. Boleh naked kayak V-Ixion atau full firing agar bisa bersaing dengan YZF R15 dan CBR150 (gosipnya juga mau diluncurin tahun ini). Sasisnya bisa pakai punya FXR150. Hemmm… tinggal mikirin bodi-nya doang ya.

Lantas, bagaimana dengan harganya? Mari kita tebak dengan cara sederhana saja. Harga FU150 saat ini Rp 18,7 juta. Model ayam jago, naked. Mari kita bayangkan jika bodinya berubah menjadi motor sport naked dan full firing layaknya CBR150.

Kira-kira layaknya naik berapa juta…??? Apakah wajar jika dikatrol Rp 3-5 jutaan…??? Artinya, jika modelnya naked silahkan dibanderol Rp 21,7 jutaan dan jika full firing boleh dijual Rp 23,7 jutaan. Wahhhh…. Seru tuh kalo banderolnya segitu. Bisa dag-dig-dug tuh sales-nya Yamaha V-Ixion, bahkan YZF R15 bisa terancam…!!! (proud2ride)

Senin, 18 April 2011

Pabrik Diminta Buat Lampu Otomatis Menyala

VIVAnews - Kesadaran untuk menyalahkan lampu pada siang hari untuk sepeda motor masih minim. Sebab, banyak pengendara motor yang masih mengacuhkan peraturan dalam UU lalu lintas No 22 tahun 2009.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono, Selasa, 10 Januari 2010, mengatakan dalam sosialiasi undang-undang lalu lintas yang baru, banyak pengendara khusus roda dua yang belum mentaati peraturan menyalakan lampu di siang hari. "Untuk tahun ini kita tidak hanya melakukan sosialisasi tapi juga penindakan," ujarnya kepada wartawan.

Condro melanjutkan, peraturan menyalahkan lampu di siang hari bagi kendaraan roda dua, untuk mengurangi angka kecelakaan yang terus meningkat. Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2009, jumlah korban meninggal dua akibat kecelakaan sebanyak 1071 orang. "Dari jumlah itu, 59 persen dari pengendara roda dua," jelasnya.

Dengan adanya peraturan itu, angka kecelakaan dapat dikurangi. Pasalnya pengendara motor dapat memberikan tanda untuk keselamatan. "Karena dapat terlihat oleh pengendara lainnya khususnya mobil," imbuhnya.

Condro juga menegaskan pengendara motor tidak perlu khawatir jika menyalakan lampu dapat merusak aki. "Kalau mesin menyala, lampu dihidupkan tidak akan merusak. Tapi kalau mesinnya tidak hidup, lampu menyala, itu yang akan merusak aki," jelas Condro.

Disisi lain, Condro juga meminta agar Asosiasi Industri Sepeda Motor menanyakan Agen Tunggal Pemegang Merk di Indonesia soal perbedaan dengan negara lain, dimana di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, jika kendaraan dihidupkan maka lampunya langsung otomatis menyala. "Itu yang berbeda dengan negera kita, padahal merknya sama," imbuhnya.

Jika hal itu terjadi di Indonesia pastinya peraturan tersebut bisa langsung diterapkan dan tingkat kesadaran pengemudi juga tinggi karena didukung dengan adanya sistem otomatis lampu menyala saat menghidupkan kendaraan.

Menyalakan Lampu Siang Hari Berefek Langsung Pada Keselamatan Berkendara

Aturan menyalakan lampu kendaraan roda dua di siang hari hingga kini masih saja menimbulkan persepsi negatif.  Banyak kalangan masih saja menyalahartikan aturan ini, salah satunya datang dari kalangan mahasiswa.

Hal ini terlihat saat forum diskusi publik dengan tema Peran Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam mewujudkan Sistem Transportasi yang terintegrasi dan berkualitas, Rabu (13/04/2011) di kampus UIN syarif hidayatulloh, Ciputat.

Forum diskusi yang dihadiri sekitar 300 mahasiswa Universitas UIN Syarif Hidayatulloh ini berlangsung cukup kritis. Banyak mahasiswa yang belum mengerti dari fungsi keselamatan tentang penggunaan lampu di siang hari.

Mereka masih menganggap bahwa penggunaan lampu di siang hari merupakan politik polisi guna mencari-cari kesalahan pengguna jalan. Pandangan ini datang dari Nofriandi, salah seorang mahasiswa Pasca Sarjana tafsir Hadis Yang mengikuti jalannya diskusi.

"Motor menyalakan lampu pada siang hari kurang kondusif dan efisien karena pemborosan energi," ujarnya dengan lugas.

Pandangan ini pun langsung mendapat tanggapan dengan cermat oleh Kasubdit Dikyasa PMJ, AKBP. Drs Kanton Pinem, MM yang merupakan perwakilan dari kepolisian. "Dengan nyalakan lampu siang hari polisi cari-cari kesalahan itu tidaklah benar, janganlah terlalu negatif," tanggapannya sembari tersenyum.

"Kebijakan Menyalakan lampu siang bagi kendaraan roda dua merupakan hasil penelitian yang komprenhensif oleh kepolisian, dimana membuat kendaraan menjadi mudah terlihat dan secara langsung meningkatkan tingkat keamanan perjalanan."

"Pengendara Kendaraan lain hanya dengan melihat cahaya dari spion sudah bisa langsung berjaga jaga. Selain itu terbukti dengan menyalakan lampu di siang hari dapat meminimalisir kecelakaan pengendara roda dua," tandasnya.

Dan AKBP Pinem pun berharap sangat agar mahasiswa yang merupakan kaum intelektual ini menjadi pelopor dalam menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.

"Nantinya setelah forum diskusi ini diharapkan agar para mahasiswa yang mengendendarai sepeda motor sudah mengerti dan paham betul mamfaat dalam penerapan aturan tentang lampu menyala di siang hari ini. Akhirnya mereka juga bisa jadi pelopor penegakan aturan lalu lintas," tutupnya. (sny/erwan)

MENYALAKAN LAMPU SEPEDA MOTOR DI SIANG HARI, MASIHKAH MENJADI KONTROVERSI?

Penulis: Dr. Ferry Hadary, M. Eng.

Pasal 107 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyebutkan bahwa (1) Pengemudi kendaraan bermotor wajib menyalakan lampu utama kendaraan bermotor yang digunakan di jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu, (2) Pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Ayat kedua pada pasal tersebut tak pelak mengundang kontroversi di kalangan masyarakat.

Satu pihak mengatakan bahwa peraturan tersebut dikeluarkan untuk menekan angka kecelakaan yang selalu meningkat setiap tahunnya. Sementara pihak lainnya berpendapat bahwa peraturan tersebut suatu kekeliruan yang dipaksakan kepada masyarakat. Terlepas dari polemik tersebut, angka kecelakaan lalu lintas memang mengejutkan. Berdasarkan data dari Kepolisian Indonesia tahun 2006, Dr. Agus Taufik Mulyono dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada menyebutkan bahwa setiap 30 menit = 1 orang meninggal.

Khusus daerah Kalimantan Barat, angka kecelakaan pada triwulan pertama tahun 2006 meningkat 161,5 persen dibandingkan dengan triwulan tahun 2005. Dari data yang ada di Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar tersebut, jumlah korban meninggal meningkat 29,7 persen, luka berat meningkat 93,5 persen dan luka ringan meningkat tajam yakni 54,2 persen. Jika diakumulasikan pada kurun waktu 2005-2008 akan mencapai 3.872 kasus, dengan total korban luka ringan, berat dan meninggal mencapai 5.653 atau 1.413,25 orang setiap tahun. Pada tahun 2009 ini, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Ery Nursatari, menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga September telah tercatat 485 kasus, korban meninggal 246 orang, luka berat 247 orang, dan luka ringan 490 orang dengan kerugian materi sebesar Rp.1 miliar.

Tak pelak, data-data di atas membuat pihak berwenang mengeluarkan undang-undang tersebut. Namun, bagaimanakah pengaruh menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari (atau disebut Daytime Running Lights/DRLs) sehingga dapat menekan tingkat kecelakaan lalu lintas? Tulisan ini akan mencoba mengkaji hal tersebut dari sudut pandang ilmiah.


Mata sebagai Sinyal Umpan Balik (Feedback Signal)/Sensor

Saat mengendarai kendaraan, mata adalah salah satu panca indera yang paling penting. Indera mata itulah yang menjadi sensor penghindar kecelakaan. Untuk dapat memberikan respon, mata membutuhkan suatu bentuk stimulus awal. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukanlah jarak, tetapi adanya saling kesesuaian antara stimulus dan respon. Jika seseorang melihat suatu objek maka stimulus yang mengenai mata bukanlah objeknya secara langsung, tetapi sinar yang dipantulkan oleh objek tersebut yang bekerja sebagai stimulus yang mengenai mata. Stimulus yang diindera itu lalu diorganisasikan dan kemudian diinterpretasikan sehingga seseorang tersebut menyadari, serta mengerti tentang apa yang diindera itu.

Mata bekerja dengan cara menangkap pantulan sinar yang diperoleh pada jarak pandang mata. Pantulan-pantulan itu akan menentukan persepsi pengendara terhadap warna, bentuk dan jarak. Semua variabel hasil pengukuran ini jelas memengaruhi reaksi pengendara kendaraan tersebut. Sinyal dari mata akan diteruskan ke otak yang berfungsi sebagai pengendali (controller), kemudian menghasilkan stimulasi gerakan tubuh (tactile atau body movement) yang dalam hal ini sebagai aktuator (actuator) untuk menjaga kestabilan dan gerak laju kendaraan.

Menurut Jakarta Defensive Driving Consulting/JDDC (2007), konsep mengemudi adalah pandangan aman, lingkaran/ruang aman dan tergantung dengan sikap atau prilaku. Dengan memiliki pandangan aman, maka pengemudi dapat mengenali objek sedini mungkin sehingga lebih waspada dan memiliki waktu untuk mengambil keputusan. Melalui pandangan aman, pengemudi dapat menciptakan lingkaran amannya sendiri. Ini disebabkan karena mengemudi kendaraan bermotor adalah aktivitas dinamis dimana situasinya selalu berubah. Oleh karena itu pengemudi dituntut harus selalu menjaga pandangan dan memelihara ruang aman untuk setiap pergerakannya. Semua konsep ini sangat tergantung pada panca indera mata sehingga jelas bahwa mata berfungsi sebagai sensor dan sangat penting peranannya.

Masih merujuk pada hasil penelitian JDDC, pandangan aman dapat dibagi menjadi tiga zona, yaitu (1) zona melihat, ini merupakan zona paling jauh dimana kita bisa melihat bahaya dari awal 30-120 detik ke depan. Zona ini paling aman karena memiliki waktu yang cukup untuk bermanuver dengan halus dan aman, (2) zona analisis, merupakan zona antara 12-15 detik di hadapan kita. Pada zona ini bisa dilihat bahaya dengan jelas sehingga harus menganalisis dan mengambil keputusan, dan (3) zona beraksi, yang merupakan zona terdekat, yaitu 4-6 detik ke depan sehingga apa yang akan terjadi pada objek di depan harus dapat diketahui dan jika tidak maka akan berbahaya.Dari ketiga zona tersebut, bagaimanapun membuktikan bahwa mata adalah sensor yang memberikan sinyal umpan balik pada pengemudi untuk menghindari kecelakaan, baik saat pandangan ke depan ataupun ke belakang melalui kaca spion.


Pengaruh Blind Spot Pada Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas

Mata dapat berfungsi sebagai sensor yang sangat baik, mengapa tingkat kecelakaan lalu lintas masih tinggi? Ini ada hubungannya dengan apa yang disebut dengan blind spot, yaitu area penglihatan pengguna jalan yang tak dapat dipantau dengan sempurna karena terhalang suatu objek yang bisa berbentuk pengguna jalan yang lain, sarana-prasarana lalu lintas, dan lain sebagainya.

Dari sebuah hasil penelitian, disebutkan bahwa blind spot adalah penyebab kecelakaan yang sering merenggut korban jiwa. Ini dapat dijelaskan dari sudut pandang biologis dan psikologis manusia. Jika terjadi suatu kondisi blind spot, maka yang muncul pada pengemudi tersebut adalah reaksi reflek atau keterkejutan. Pengemudi yang terlatih menghadapi bahaya kejutan cenderung bergerak reflek seperti mengerem atau menghindar ke arah yang lain. Dalam mekanisme reflek, rangsangan yang diterima langsung melewati sumsum tulang belakang dan diteruskan lewat efektor dengan sangat cepat melebihi gerak sadar yang harus melewati otak terlebih dahulu. Namun sebaliknya, pengemudi lainnya mungkin hanya dapat berteriak. Bahkan dalam kasus tertentu bisa saja malah menekan gas lebih dalam karena terkejut yang merupakan gerak reflek tak terkendali.

Yang juga perlu diperhatikan di sini adalah bahwa ketika berkendara maka kelajuan yang dicapai otomatis berpengaruh dalam menentukan energi kinetik. Ini dapat dijelaskan dengan sebuah teori kecepatan, bahwa semakin cepat laju kendaraan, semakin besar pula daya kinetik yang terjadi sehingga akan membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Pada dasarnya ketika kendaraan sedang bergerak, maka kestabilan kendaraan telah berkurang dan menyebabkan traksi roda pada permukaan lintasan ikut berkurang. Traksi roda didefinisikan sebagai kemampuan suatu kendaraan untuk mendorong atau menarik beban. Traksi biasanya terkait dengan kehilangan gesekan sewaktu terjadi percepatan, baik pada waktu awal gerak ataupun ketika kendaraan menyalip kendaraan lain. Oleh karenanya tidaklah mengherankan ketika objek kendaraan lain terlambat diamati, bahkan tidak terdeteksi lebih awal, maka kestabilan kendaraan akan berkurang disebabkan terjadinya proses pengereman, memindahkan transmisi dan mengubah kecepatan secara tiba-tiba.


Manfaat DRLs untuk Mengurangi Angka Kecelakaan

Seperti yang diketahui bersama, lampu adalah suatu alat yang dapat memproduksi cahaya dan cahaya itu sendiri adalah radiasi elektromagnetik yang mampu menyebabkan rangsangan kasat mata (visibilitas). Sementara, seperti pada uraian di atas, mengemudi kendaraan bermotor adalah aktivitas dinamis akibat adanya perubahan situasi. Secara umum kemampuan otak dan koordinasi fisik manusia hanya mampu bereaksi secara antisipatif terhadap benda yang bergerak dengan kecepatan 5-10 km/jam. Oleh karena itu reaksi antisipasi akan lamban jika sewaktu-waktu ada sepeda motor yang dipacu hingga kecepatan mencapai 100 km/jam. Ini dikarenakan kecepatan reaksi adalah jumlah stimulus yang diindera dan sangat berhubungan erat dengan unit waktu.

Karena itulah, mata membutuhkan cahaya, yang dalam kasus ini dihasilkan oleh lampu sepeda motor. Dengan adanya bantuan cahaya maka mata sebagai sensor akan cepat merangsang interpretasi pengemudi terhadap suatu benda sehingga mempercepat waktu untuk bereaksi. Mata akan lebih reaktif memprediksi jarak kendaraan lain, mengirim sinyal-sinyal ke otak dan kemudian mengkoordinasikannya dengan pergerakan tubuh. Cahaya lampu tersebut juga dapat mengurangi kondisi fatamorgana yang timbul akibat uap panas dari aspal jalanan. Karena itulah DRLs diberlakukan sebagai upaya memicu kecepatan reaksi antisipasi pengemudi sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah membuktikan bahwa dengan adanya penerapan aturan DRLs tersebut mampu menekan angkat kecelakaan hingga lebih dari 20 persen hanya dalam jangka waktu dua bulan. Di Surabaya, pada tahun 2005, program ini berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan sepeda motor hingga 50 persen. Sedangkan di negara lain, seperti Malaysia, Thailand bahkan Amerika dan Eropa, kecelakaan dapat dikurangi hingga mencapai 30 persen.Hasil persentase pada daerah atau negara lain di atas membuktikan tingkat efektifitas DRLs untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu masihkah menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari mengundang kontroversi?

*Penulis adalah dosen di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura.

Minggu, 17 April 2011

Lampu Utama Wajib Nyala Siang Malam, Tapi… Mengapa Motor Baru Masih Pakai Saklar Lampu…???

Coba bro… sempatkan baca pasal 107 ayat 2, Undang-Undang Lalu Lintas no.22 tahun 2009 yang mengatur penggunaan lampu sepeda motor. Bunyi pasal tersebut yaitu  “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.” Artinya, lampu utama pada motor wajib dinyalakan siang malam donggg…!!!

Sudah banyak kejadian loh, ditilang pak polisi gara-gara lupa nyalain head lamp. Hikhikhik…!!! Lumayan bro, denger-denger di Jakarta bisa kena Rp 250 ribu. Tapi kalo bisa SSI (speak-speak iblis) sama aparat ya bisalah turun Rp 20-50 ribu. Cincai… hahahaha….!!!

Yang bikin P2R heran nih… sudah tahu undang-udangnya MEWAJIBKAN, tapi mengapa produsen motor tanah air belum sepenuhnya mendorong ke arah sana? Yaitu dengan menciptakan motor baru yang sudah menerapkan sistem lampu utama menyala bersamaan dengan mesin dihidupkan alias daylight running.
Suzuki menyebutnya dengan Automatic Headlamp On (AHO) di Suzuki Shogun Axelo dan Hayate. Sedangkan Yamaha pakai sebutan Daytime Running Light (DRL) system pada Jupiter Z. Intinya sama, lampu langsung menyala ketika mesin motor di hidupkan.

Padahal kalo dipikir-pikir, jika motor sudah menerapkan  sistem AHO atau DRL maka bisa sedikit menekan biaya produksi loh. Kok bisa, ya iya dong…. Kan tidak perlu lagi memasang saklar lampu dan tentunya ada soket dan kabel yang bisa dihilangkan.

Hemm…. Tapi…. Mengapa masih banyak motor baru yang belum menerapkan AHO/DRL…??? Jawabnya: Undang-Undang Mengikat Pengguna, Bukan Industri. Jadi bagi industri hukumnya tidak wajib dan tidak bisa disalahkan juga kalo tidak semua motor baru menggunakan sistem tersebut. Karena jangan-jangan nih, menurut riset ATPM masih banyak konsumen suka dengan sistem lama.

Begitu jrenggg…. So… kita tunggu aja pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengikat produsen soal AHO/DRL…!!! Contoh peraturan yang mengikat produsen adalah soal Euro 3 yang akan diterapkan 2013 mendatang.

Jumat, 15 April 2011

Daftar Angsuran Sepeda Motor Suzuki Center

Daftar Angsuran Sepeda Motor Suzuki Center untuk wilayah Palembang
Berlaku untuk bulan April 2011
 

Suzuki Shogun 110 1998, Mix Yamaha dan Aprilia

(Suzuki center) Mengubah tampilan motor dari bebek biasa menjadi futuristik dan bergaya sporty, Rico Anggi sempat pusing. Tapi nggak sampai pecah ndase.

Tentu ada sebabnya. "Karena rada susah memang cari bodi Suzuki yang berkesan futuristik sesuai selera saya," kata Rico.

Akhirnya dia nekat comot punya Yamaha. Pilihannya bodi depan dari Yamaha X1R. Motor ini tidak bisa dijumpai di sini karena beredarnya di Thailand. 

Rico pakai bodi depan lengkap sampai lampu utama. "Itu asli lho, artinya materialnya plastik. Saya tinggal sesuaikan dudukan untuk melekatkan bodi," cerita pemuda 20 tahun ini.

Tapi, untuk urusan bodi belakang dia berani sedikit ekstrem. Rangka buritan dipotong lebih pendek. "Acuan ini kali buntut Aprilia RS," tambahnya.


Masih menurut Rico, buntut dengan banyak sudut seperti ini pastinya menunjang konsep masa depan tadi. "Bahan fiberglass, lebih enteng," celetuk Rico.

Tapi, sayang sepertinya Rico terlalu semangat mencontek bodi motor asal Italia itu. Kalau menurut MOTOR Plus, desain sepatbor yang dipiilih, rasanya kurang pas dengan konsep bebek seperti ini.

Selain itu dia juga menceritakan bukti totalnya meniru sosok gagah Aprilia. "Bahkan sampai ke cat yang juga pilih warna yang biasa dipakai atau sudah menjadi ciri Aprilia. Enggak ada salahkan kalau tampilan Suzuki sudah hilang total," tegas Rico yang juga seniman lukis ini.

Bikin pangling memang! (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
 Ban depan: FDR 90/80-17
Ban belakang: Swallow 140/60-17
Pelek depan: Rossi
Pelek belakang: Axio
Swing arm: R Pro

Rabu, 13 April 2011

Suzuki Burgman 125, Pesaing Honda PCX 125


Bila Suzuki Burgman 125 ini dijual di Indonesia, bisa dipastikan akan menjadi pesaing Honda PCX, sayangnya duel dua skubek mewah ini tidak benar-benar terjadi di tanah air. Tapi persaingannya justru terjadi di Inggris, keduanya sama-sama dijual di sana.

Secara dimensi Burgman 125 lebih besar dari PCX. Total panjangnya mencapai 2 meter lebih sedikit, sedangkan PCX hanya 1,9 meter. Begitu juga dengan lebarnya, Burgman 125 lebih makan tempat parkir.

Tapi urusan kemampuannya angkut-angkut barang, Burgman 125 jadi juara. Gimana tidak di bawah joknya dua helm full face bisa masuk, sedang PCX hanya muat satu helm. Selain itu konsol di bawah setang juga lebih besar.

Sedang posisi duduknya, Burgman 125 menawarkan kenyamanan jok yang lebih tebal dan lebar, termasuk posisi jok boncengers-nya. Oiya soal pilihan lingkar roda pun keduanya berbeda. Burgman 125 pakai kombinasi roda 13 inci di depan dan 12 inci di belakang, sedang PCX pakai ring 14 inci, depan-belakang.

Keunggulan lain Burgman 125 adalah soal pengeremannya. Semua roda, baik depan maupun belakang sudah pakai disk brake, tapi PCX hanya yang depan saja. Roda belakang PCX masih pakai rem teromol. Meski begitu PCX unggul dengan perangkat Combi Brake System-nya.

Mesinnya, Burgman 125 dilengkapi mesin 1 silinder SOHC, sama seperti PCX. Keduanya juga kompak mengadopsi pendingin air atau sudah pakai radiator. Tapi urusan fitur PCX tetap lebih unggul. Skubek yang diproduksi di Thailand ini sudah dilengkapi dengan idle stop system, alternator yang menyatu dengan starter serta kunsi setang beralarm.

Sedang harganya, di Inggris Suzuki Burgman 125 di jual lebih mahal yaitu 3.465 Euro atau sekitar Rp 43 jutaan. Sedang PCX hanya 2.420 Euro atau sekitar Rp 30 jutaan. (motorplus-online.com)

Selasa, 12 April 2011

Jangan Asal Tuang Oli Mesin, Perhatikan Grade-nya!

Jakarta - Sering kita dengar istilah grade pada oli sepeda motor. Tapi tahukah  sekalian yang dimaksud grade itu apa dan bagaimana cara membacanya? Dari pada menebak-nebak, yuk tanyakan langsung pada ahlinya!

Menurut Budiman Moerdijat, GM External Affairs & Communacation PT Shell Indonesia (SI) yang disampaikan via email, yang dimasud grade di sini adalah spesifikasi performa  atau viskositas dari sebuah oli.


“Setiap OEM (pabrikan mesin) telah melakukan pengujian mesin kendaraan yang mereka produksi dengan mengacu pada standar dunia yang telah ada; API (American Petroleum Institute) Service maupun JASO (Jepang),” terang Buyung, sapaan akrab Budiman. 

  Untuk motor, grade yang tersedia bila mengacu pada API Service, kodenya mulai dari SA hingga SM. Di tengah-tengahnya ada SF, SG, SH, SJ, SL dan lainnya. Sementara kalo mengacu pada standar JASO, untuk mesin 2-Tak dimulai dari kode FA – FD. Sedang JASO untuk mesin 4-Tak baru ada MA dan MB.

“Mutu sebuah oli berdasarkan standar API, ditunjukkan oleh tingkatan huruf di belakangnya. Misalnya API Service SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli tersebut,” ujar Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM).

Semakin mendekati huruf Z, lanjut Edhi, mutu oli tersebut akan semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern. Artinya, ada kode API yang diperuntukkan buat mesin-mesin keluaran tahun tertentu.  

“Kode SF/SG/SH untuk jenis mesin kendaraan produksi 1980-1996. Sementara SJ, buat jenis mesin kendaraan produksi 1996 – 2001. Sedang kode SL, untuk jenis mesin kendaraan produksi 2001 hingga sekarang,” jelas Edhi via email. Lantas apa dampaknya bila pakai oli mesin dengan grade yang tidak sesuai?

“Penggunaan spesifikasi yang lebih rendah akan mengurangi performa kendaraan. Pabrikan (OEM) tentunya mengerti secara detail equipment yang dibuatnya. Sehingga bila kita tidak memenuhinya, maka tidak akan memperoleh feature maupun benefit atau bahkan mungkin bisa menyebabkan penurunan kinerja mesin kendaraan,” jelas Buyung.

Makanya, saat memilih pelumas, sangat dianjurkan untuk memperhatikan tahun produksi motor Anda dan grade oli yang dianjurkan oleh pabrikannya.

“Oli dirancang untuk mesin tertentu yang disesuaikan dengan toleransi celah antar part, suhu yang bekerja serta beban kerja dari mesin tersebut. Apabila grade oli tersebut tidak sesuai, dikhawatirkan bisa berpegaruh terhadap kinerja dari mesin tersebut,” tukas Edhi.Jadi, jangan asal main tuang olinya ya!.  (motorplus.otomotifnet.com)

Langkah Pasang Stiker, Merekat Kuat Juga Gampang Di Lepas


Pasang stiker biasa atau cutting sticker di motor, bagi orang awam memang biasa. Tinggal pisahkan kertas pelindung dibaliknya, stiker pun bisa dipasang.

Meski kelihatan mudah, namun apakah hasil dan nilai estika pemasangan stiker sudah layak dilihat.

“Belum lagi kalau ada masalah pemasangan, entah itu miring atau salah gambar. Selain susah dicopot, permukaan jadi kotor dan mempersulit pemasangan kembali,” ujar Sholahuddien Fauzy alis Pay dari Pay Air Grafix (PAG).

Kalau enggak pengin itu terjadi, ada baiknya ikut saran Pay. Kebetulan pria yang paham cutting sticker ini, mau bagi ilmunya ke pemilik motor yang mau pasang peranti pemanis tunggangan.

Berikut ini trik yang mesti dilakuan. Tapi, siapkan dulu stiker yang mau dipasang, wax (lapisan film), air campur sampo, penyeka air berbahan karet halus serta hot gun bila ingin memasang stiker bagian yang sulit. Seperti di sudut atau bagian permukaan yang bergelembung.

Kalau sudah siap, cuci dulu permukaan yang mau dipasang stiker. “Setelah bersih, olesi sedikit wax yang berfungsi menghaluskan permukaan agar stiker yang mau dipakai lama mudah dilepas kembali,” imbuh Pay dari di Jl. Raya Jatiwaringin, Setia II, No. 66, Jakarta Timur.

Lanjut semprotkan air sampo ke permukaannya. Baru deh stiker dipasang ke posisinya. Namun bila posisinya belum pas, stiker masih bisa digeser. Dan jika sudah benar, seka atau keringkan air sampo tadi pakai penyeka hingga kering dan stiker sudah benar melekat.

Di posisi sulit macam lekukan, biasanya dibantu hot gun. “Ini untuk melemaskan stiker agar melekat di bagian yang sulit,” jelas brother yang bisa diajak ngomong di (021) 91997833.   

Jangan Salah Tempat

Tidak semua stiker bisa pasang di sembarang tempat. Apalagi di motor yang banyak komponen dengan beragam material. Pasti ada bagian komponen yang panas, juga ada yang permukaannya tidak halus.

Meski bisa dipasangi stiker, biasanya kemampuannya tidak tahan lama. Kadang enggak mau nempel, jadi keras dan gampang ngelotok.

“Paling riskan sih di bagian mesin yang temperaturnya tidak stabil. Apalagi knalpot, jelas panasanya melebihi mesin. Kalau pun bisa pasang stiker, kualitasnya enggak boleh sembarang. Dan biasanya, walaupun pakai stiker bagus kalau kelamaan biasanya susah dicopot,” timpal Boedhy Soesanto Graphic Designer Champ Stiker di Jl. Basuki Rahmat 7, Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Selain itu jangan coba pasang stiker di cover bodi mentah, seperti di bagian bordes atau cover jok skubek. Kata Boedhy, stiker sulit melekat lantaran permukaannya kasar atau kulit jeruk. Kalau dipaksa, biasanya gampang lepas.

Lebih Baik Konsultasi

Seperti dibahas di awal, pasang stiker bukan cuma hasil yang baik dan punya nilai estetika. Sebab kalau cuma sekadar pasang, kadang pemilik motor juga yang akan kena rugi. Rugi karena gagal dipasang dan harus beli lagi.

Saran Pay yang juga piawai soal engraved art (seni gambar arsir), kalau mau hasilnya bagus dan tidak rugi mending coba dikonsultasikan dulu ke tukang stiker. Apalagi kalau tokonya juga sediakan alat untuk mendesain setiker. Semua bisa dibikin lebih mudah, cepat dan tidak rugi.

“Dikonsultasikan dulu justru jauh lebih untung. Kita bisa bertanya-tanya gambar apa yang pantas untuk motor dimaksud. Bahkan kasih saran atau masukan, lihat hasil di komputer sebelum dieksekuasi dan yang pasti tidak perlu beli stiker berlebih atau kekurangan. Ditawar pun juga bisa,” pesan Pay lagi.

Jadi jangan sungkan datang ke toko khusus atau langsung pada tukang stiker sekadar untuk konsultasi. Sip (motorplus-online.com)

Senin, 11 April 2011

Suzuki GW250….. Akankah Menjadi Thunder 250???


(Suzuki Center) Apa kabar Thunder 250? Tahun lalu Suzuki Indonesia sebetulnya sudah berniat meluncurkan Thunder 250 cc, motor bergaya turing dengan tampilan stang semi chopper. Namun, setelah melalui serangkaian survey pada minat pasar, diasumsikan masyarakat Indonesia kurang menyukai motor dengan tampilan body semacam ini. Alhasil, Thunder 250 yang sekilas mirip Honda Phantom itu, gagal meluncur di Indonesia. Cerita soal motor sport Suzuki 250 pun hilang ditelan bumi, hingga saat ini. Padahal, Suzuki di kelas sport telah lama tenggelam di Indonesia.

Nah, ada kabar baru. Suzuki ternyata punya motorsport 250 cc yang lumayan ciamik tampilannya. Namanya Suzuki GW250. Tentu faham dengan motor sport legenda Suzuki yang ber-body yahud B-King!? Nah, GW250 disebut-sebut sebagai Mini B-King. Untuk pertamakalinya Suzuki diperkenalkan oleh Dachangjiang, partner Suzuki di China belum lama ini. Suzuki B-King adalah muscle bike yang dibekali mesin berkapasitas 1.300 cc. Sementara GW250 yang memiliki desain mirip dengan B-king dengan mesin yang lebih kecil, dibekali dapur pacu 250 cc.

Secara keseluruhan, motor baru ini bergaya streetfighter, tubuhnya penuh otot. Untuk mengesankan motor lintasan balap, diselipkan fairing kecil mirip kepunyaan Honda Tiger. Untuk spek di bagian mesin, motor ini punya tarikan oke dengan mesin 2 silinder berkapasitas yang menghasilkan tenaga 26 hp pada 8.500 rpm serta torsi 24 Nm pada 7000 rpm. Lainnya, ada kesan moge-nya dengan hadirnya dua buah muffler di kanan-kiri body sang motor. Sementara dua rodanya sudah punya rem cakram.

Tentu saja ditengah maraknya persaingan antara Ninja 250 dan CBR 250 yang baru saja meluncur, kehadiran Suzuki GW250 ini kian meramaikan pasar 250 cc. Melihat tampilannya yang maskulin dengan mesin 2 silinder, Suzuki bisa berharap banyak pada motor ini. So, di Indonesia akan kah GW250 jadi Thunder 250 yang tak juga kunjung muncul? Kita tunggu saja, waktu yang menjawab. 

Usung Tagline Matic IRIT, Pengganti Suzuki Spin Bermesin 110 cc!!!


(Suzuki Center) Belum sempat reda pemberitaan Suzuki Hayate yang baru saja di launching buat menggantikan Skywave, khabar seputar kehadiran matic baru dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah santer beredar di dunia maya. Selain baca-baca di media online, P2R juga kecipratan info langsung dari internal Suzuki.
 
Intinya, Suzuki telah menyiapkan calon pengganti Spin yang akan diposisikan sebagai matic paling irit di Indonesia. Bicara irit, tentu saja kapasitas mesin Spin yang mencapai 125 cc enggak bakal di adopsi lagi. “Iya, mesinnya susut menjadi 110 cc,” ujarnya pada spionase P2R.

Belum dapat info detail seputar mesin. Apakah ini nanti benar-benar mesin baru atau sekedar bore down dari Spin. Modelnya pun masih belum terungkap. Tapi harapannya, karena matic ini menyasar anak muda, secara desain diharapkan lebih fresh dan lebih colourful di banding Spin.

Bagaimana dengan namanya? Nama Spin yang kurang bawa hoki, sepertinya akan dilengserkan mengikuti Skywave. Denger-denger akan menggunakan nama Nex seperti diungkap Suandi, deputy GM  marketing 2W, PT SIS saat berlangsung launching Suzuki Hayate (31/3) di Kelapa Gading.

Selain diposisikan sebagai matic paling irit, secara kasta masih ditempatkan di bawah Suzuki Skydrive. Jadi, harganya tetap disetting paling hemat. Ya…kisaran Rp 11 jutaan koma dikit deh. Hehehe…

Bocoran lainnya, matic Suzuki Nex 110 cc akan diluncurkan mendekati lebaran Idul Fitri 2011. Kalau tidak salah Agustus mendatang.

Hemmm…. 2011 bakal menjadi tahun matic!!!

Air Scoop CVT Baru di Suzuki Hayate, Lebih Dingin Lebih Bersih!!!



Awalnya sempat bingung melihat mesin Hayate 125, kok ada selang tambahan di atas kipas pendingin yang terletak di sebelah kanan mesin. Suzuki Hayate sebenarnya masih menggunakan mesin yang sama dengan Skywave, tapi pada Skywave perangkat ini enggak ada loh!

Apa sih ini? Telisik punya telisik, ternyata belalai mungil ini adalah saluran pendinginan CVT baru pada Hayate. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Pak Hariadi dari divisi service Suzuki. Kalau enggak salah, pria yang selalu tampil klimis ini menjabat assistant section head service 2W di PT Suzuki Indomobil Sales.

“Ya, ada penyempurnaan pada air scoop untuk pendingin CVT (Continuously variable transmission),” ungkapnya saat itu. Tadinya air scoop ada di atas mesin, di bawah boks. Nah yang sekarang diletakkan di samping.

“Kalau di atas mesin pasti lebih panas, tapi dengan dipindah ke samping harapannya udara yang masuk mendinginkan ruang CVT jadi lebih dingin. Sehingga pendinginannya lebih optimal,” jelas Hariadi.

Pendinginan di ruang CVT ini sangat penting, mengingat komponen di dalamnya mulai dari pully, roller hingga belt saling bergesekan saat bekerja menyalurkan tenaga. Sudah saling bergesek, tanpa pelumas pula. Tapi memang tidak boleh ada pelumas, kalau licin malah bisa selip kan bro….????

Panas di dalam CVT tentunya menjadi ujian bagi tiap part. Dan yang paling rawan memuai adalah belt, bila kualitas belt tidak bagus atau CVT terlalu panas, belt bisa mulur. Kalau sudah mulur bisa dipastikan selip dan tenaga tidak 100 persen tersalur ke roda belakang. Efeknya jadi tidak bertenaga dan boros bensin bro!!!

Balik lagi air scoop Hayate. Moncong air scoop ini ada pada kisi-kisi di dekat pijakan kaki kanan (GBR.1). Lalu belalai ini akan menyusup di sisi samping bodi bagian dalam (GBR.2). Gambar dua itu diambil dari bagian dalam cover bodi atau dalam kondisi jok dan bagasi dilepas.

Kalau dilihat dari luar, nampak di gambar ketiga (GBR.3). Di atas kipas, belalau ini akan belok ke kiri dan masuk ke ruang CVT. Sayangnya, karena terlalu sempit, saluran yang masuk ke dalam CVT tidak bisa di foto.

“Oiya, desain yang baru ini juga bisa memperkecil kotoran yang mungkin masuk ke dalam air scoop,” ungkap Hariadi. Wah, jadi lebih dingin dan lebih bersih dong….???
Hehehe…. kenapa enggak dari dulu yeeee….!!!!

Rabu, 06 April 2011

Suzuki Skywave 125 Bodi Melar Tapi Simpel


Nasrudin yang pemilik Suzuki Skydrive 125 memilih tema modifikasi big matic simpel. Digarap simpel lantaran bodi asli memang sudah lebar untuk ukuran skubek di kelasnya.

Pria yang tingggal di Jl. KH. Malik Dalam, Kedungkandang, Malang ini hanya sedikit custom bodi dan kaki-kaki. "Bagian yang kena ubahan jelas terlihat di bawah bodi. Seperti pemasangan bodi kit mulai dari sayap, bawah bordes, hingga cover bodi samping. Bahan yang digunakan dari serat fiber,"� ujar Nasrudin bangga.

Bodi kit itu sendiri dipasang mengandalkan sekrup yang diikat ke berapa bagian. Mulai dari sayap samping, bawah bordes hingga sisi luar bodi skubek. Intinya, pemasangan bodi kit ini dibikin model knock down agar bisa bongkar-pasang.

Selain cover bodi, perubahan juga terjadi pada sepatbor depan juga belakang. Kedua pelindung roda itu digarap hampir menutupi sebagian permukaan roda yang merupakan ciri khas dari motor low rider. "Sepatbor depan dipasang seperti biasa di segitiga. Cuma biar bagian samping tidak gampang goyang, di dalamnya dikadansih batang penahan. Sedang untuk braket sepatbor belakang, cukup hanya dipasang ke rumah CVT,"� ujar pemilik rambut model mohawk ini.

Skubek yang dimodif di Roda Jaya Motor di Jl. Borobudur, Blimbing, Malang ini, dirombak bagian setang aslinya. Awalnya terlindung cover, oleh pria yang suka mengenakan pakaian ala biker itu diganti part variasi. Model Robocop berikut instrumen panel pakai produk KTC.

"Berhubung batok setang sudah diganti, spidometer juga disesuaikan model digital. Selain berkesan modern, spido model ini juga mengisi kekosongan di bagian yang sudah diubah," lanjut Nasrudin yang juga menyesuaikan tebeng depan.


PAKAI SOK STABILIZER

Pemasangan ban lebar dan undur-undur di Suzuki Skydrive termasuk langka. Apalagi peranti variasi khusus untuk skubek ini masih jarang di pasaran. Makanya harus dibikin supaya lebar profil ban tidak berpengaruh ke rumah CVT.

Oleh sebab itu, undur-undur dengan panjang 25 cm dikasih stabiliser sok Gazi di triple T yang lebarnya 18 cm. Pemasangan ini mampu meredam kejut mesin berikut rumah CVT ketika dipakai jalan.

Sedang pelek mobil yang memiliki lebar 5 inci dengan ring 14 inci, dipasang agar tetap lurus dengan roda depan tanpa harus banyak ubahan berarti. Dan untuk memaksimalkan kerja peredam kejut belakang tadi, di bagian atas mesin masih harus dibuatkan adaptor lagi. Tentunya berfungsi untuk menopang sokbreker satu lagi.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
 Pelek : Custom 14 inci
Ban : Delitire 120/70-14 dan 140/70-14
Sok depan : Upside down Variasi
Sok belakang : YSS classic
Knalpot : ZOX
Footstep : Bungbon
Tuas rem : Brembo
Setang : Custom

Suzuki Targetkan Jual 48 Ribu Unit Hayate Sampai Akhir 2011


Suzuki mulai bangun dan terus berinovasi di pasar Indonesia. Janji pabrikan berlambang huruf "S" ini untuk terus menggelontorkan model baru dijawab dengan hadirnya Skubek baru Suzuki Hayate 125.

Kepercayaan diri dengan hadirnya model baru inipun tumbuh, bahkan Suzuki yakin bisa menjual Hayate 125 lebih banyak ketimbang pendahulunya, Suzuki Skywave 125.

"Kami menargetkan mampu menjual 4 ribu unit Hayate 125 perbulan. Atau 48 ribu unit selama satu tahun," buka Rudjojo Nirjana, Sales Director PT SIS.

Padahal Suzuki Skywave 125 pada tahun 2010 hanya terjual 33 ribu unit selama satu tahun. "Artinya kami meningkatkan target hingga 40 persen dari penjualan Skywave 125 tahun lalu," lanjutnya.

Selain memberikan target penjualan yang cukup tinggi pada skubek dengan brand ambassador pemain sepak bola Irfan Bachdim ini, Suzuki juga telah membuat beberapa planning jangka panjang untuk terus meningkatkan penjualannya secara keseluruhan.

"Kami akan terus, secara continue menawarkan model-model baru di Indonesia. Jaringan after sales akan kita tambah dan tenaga sales juga akan terus ditingkatkan skill-nya," terang Rudjojo Nirjana disela press confrence launching Suzuki Hayate 125 siang ini (31/3). (motorplus-online.com)

Selasa, 05 April 2011

Burgman Fuel Cell & Crosscage, Motor Masa Depan Bertenaga Hidrogen


Hadir di Bangkok Motor Show 2011, Suzuki memamerkan dua motor masa depannya. Kedua motor ini mengusung mesin ramah lingkungan tipe fuell cell hydrogen, tentu bahan bakar yang digunakan untuk menjalankannya kudu pakai hidrogen. Bukan lagi minyak yang diambil dari perut bumi. Tapi, kandungan air dan oksigen. Maka itu, Suzuki Crosscage dinilai nol emisi gas buang alias zero CO2 emissions.

Dimensi yang ditawarkan Crosscage, panjang 1.985 mm x lebar 645 mm x tinggi 1.020 mm. Bobot kosong yang diberikan 156 kg. Boleh dikatakan kalau Crosscage tak ubahnya motor listrik. Karena memang basis engine yang digunakan elektrik. Serupa sistem starter yang diaplikasi.


 Tangki hidrogen terletak di tengah motor. Nah, di bawah tabung hidrogen ini engine betengger. Mesin hampir mengisi seluruh bagian bawah tengah.

Crosscage juga dilengkapi ban Bridgestone 100/80-17 (depan) dan 120/70-17 di bagian belakang. Tapi yang menarik, karena motor yang punya rangka silang menyerupai huruf X di bagian tengah ini sudah mengaplikasi lengan ayun tunggal alias pro arm.


Begitu juga untuk bagian depan! Crosscage juga adopsi single sok di sisi kiri. Tentunya jika dilihat dari sisi kanan, kedua roda seolah tidak dilengkapi dengan pegangan atau dudukan. Kesan yang mencuat pun menjadikan pacuan ini jadi lebih futuristik! Keren...
 
Spesifikasi Suzuki Crossage
Ban depan : Bridgestone 100/80-17
Ban belakang : Bridgestone 120/70-17
Tipe mesin: Elektrik
Pelek : Aluminium
Suspensi depan: Single sided front fork
Suspensi belakang: Single sided swingarm


Burgman Fuel Cell

Layaknya Suzuki Crosscage, Suzuki Burgman juga sudah mengaplikasi mesin berbahan bakar Hidrogen. Maka itu, pihak Suzuki sendiri memberi nama Suzuki Burgman Fuel Cell Scooter.
Skubek yang tengah diuji coba di Inggris ini, juga punya nilai nol dari emisi gas buang CO2. Tak salah jika Crosscage dan Burgman ini dijuluki Intellegent Energy karena ramah lingkungan.

Dari wujud tampilan, desain yang ditawarkan Burgman Fuel Cell ini tak ubahnya Suzuki Burgman 125. Baik itu dari segi desain setang, bodi hingga handling yang ditawarkan.

Burgman Fuel Cell mengadopsi lingkar roda 12 inci untuk bagian depan dan belakang. Begitu juga untuk penggerak roda belakang. Skubek bertuliskan H2 di bodinya ini masih usung belt.
 (motorplus.otomotifnet.com)


Spesifikasi Suzuki Burgman
Ban depan : Michelin 100/70-12
Ban belakang : Michelin 130/70-12
Jarak Sumbu Roda: 1.585 mm
Pengereman depan: Dobel disk
Pengereman belakang: Disk
Sistem transmisi: Otomatis


Senin, 04 April 2011

Suzuki Tunda Luncurkan Motor Sport Baru!

 
(Suzuki Center) PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), ATPM Suzuki di Indonesia sedang giat-giatnya menggelontorkan model baru. Bebek sudah, skubek pun baru saja diluncurkan. Lalu, bagaimana nasib varian Suzuki dikelas sport?

Beberapa waktu lalu, Suzuki pernah mengungkapkan rencananya memasarkan motor sport kelas 150 cc di Indonesia. Ada beberapa kemungkinan model yang akan dimasukan ke Indonesia. Salah satunya adalah Suzuki GS150R dari India.

Tapi ternyata tanggapan dari Suzuki membuat kita kecewa. "Kemungkinan kami akan menunda varian sport tersebut hingga tahun depan," ungkap Rudjojo Nirjana, Sales Director PT SIS disela peluncuran Hayate pada Kamis lalu (31/3).

"Karena tahun ini Suzuki ingin lebih fokus di varian yang memiliki pangsa pasar besar, atau volume maker seperti tipe bebek dan skubek," jelas pria ramah ini.

Menurutnya, sepeda motor dikelas sport memang dibutuhkan untuk meningkatkan image pabrikan. Namun, saat ini Suzuki masih merasa belum siap.

"Tapi varian sport yang ada seperti Suzuki Thunder 125 masih kami kembangkan dan akan di upgrade pada tahun ini," tutup pria yang akrab disapa Joy ini. Kabarnya Thunder 125 ini akan mengalami facelift dan diluncurkan pada Pekan Raya Jakarta, Juni mendatang. (motorplus-online.com)

Suzuki Siapkan Pengganti Spin Dengan Nama dan Mesin Baru

(Suzuki Center) Masih teringat kuat di kepala kru MOTOR Plus saat Suandi Widiarto, Deputy GM Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebutkan pengganti Skywave 125 (Hayate 125) bakal muncul duluan ketimbang Spin baru.

Pertanyaan yang dilontarkan sebelum launching Hayate 125 ini mengindikasikan, saat ini Suzuki sedang bersiap meluncurkan Spin baru. Apalagi, untuk dapat menggenjot penjualannya di Indonesia Suzuki berniat untuk terus menghadirkan model baru.

"Kami akan terus, secara continue menawarkan model-model baru di Indonesia," terang Rudjojo Nirjana, Sales Director PT SIS disela press confrence launching Suzuki Hayate 125 (31/3).

Kembali ke pengganti Suzuki Spin. Kabar dari salah satu sumber di Suzuki, skubek baru ini akan hadir dengan mesin baru yaitu 110cc. Bukan 125cc seperti Spin yang sekarang sudah beredar.

Selain mesin baru desainnya pun akan jauh lebih menarik dan akan mengusung nama baru. "Desain baru ini belum ada di mana pun karena Indonesia jadi yang pertama," ungkap sumber yang ogah tenar ini.

Indonesia, lagi-lagi bakal jadi negara pertama yang akan menjadi tempat pertama peluncuran motor baru Suzuki ini. Hal ini tentunya karena potensi pasar di Indonesia paling besar ketimbang negara Asia lainnya, tak heran bila akhirnya dijadikan prioritas.

"Meski pusat R & D ada di Thailand, tapi orang-orangnya mondar-mandir ke Indonesia dalam pengembangan motor-motor Suzuki," ungkap Setiawan Surya, GM Marketing 2W PT SIS.

Wah, mantab nih! (motorplus-online.com)

Nih, Yang Baru Pada Hayate 125


(Suzuki Center) Suzuki Hayate 125 jadi pengganti Suzuki Skywave 125, secara platform mesin dan sasis memang sama. Tapi tak banyak yang tahun kalau sebenarnya ada beberapa penyempurnaan pada fitur dan mesin Hayate 125.

Kalau perbedaan bodi, tinggal lihat saja langsung. Desain baru Hayate 125 benar-benar berbeda bila dibandingkan dengan Skywave. Tapi ternyata, Hayate punya penambahan fitur safety baru.

Yang pertama adalah head lamp tanpa saklar on-off. Suzuki menyebutnya Automatic Headlamp On (AHO). Lampu depan akan langsung menyala ketika mesin dihidupkan. Sesuai UU Lalu Lintas no 22 tahun 2009, pengendara sepeda motor harus menyalakan lampu pada siang dan malam hari.

Fitur berikutnya adalah standar samping yang terhubung dengan sistem pengapian. Mesin Hayate 125 tidak dapat hidupkan kalau standar sampingnya belum dilipat. Yah, mirip fitur safety pada skubek Honda. 


Lalu soal mesin ada beberapa penyempurnaan, khususnya di seputaran perangkat continuously variable transmission (CVT). "Ada beberap yang baru," buka Hariadi, Service & Outboard Assistant 2W, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

"Yang pertama ada pada desain koplingnya yang sedikit lebih panjang," jelasnya. Permukaan kopling yang lebih panjang tentunya akan menjaga transfer tenaga dari gejala selip.

Lalu yang kedua ada penambahan lubang pembuangan air dan kotoran pada cover CVT. "Desain barunya juga bisa membantu pendinginan CVT," ungkap Hariadi saat ditemui di sela launching Suzuki Hayate 125 kemarin siang (31/3).

Yang terakhir adalah perubahan desain pendinginan mesin. Awalnya airscoop ada di atas mesin, sekarang dipindah ke samping kanan. Bisa dilihat dari adanya selang tambahan di samping sokbraker belakang sebelah kanan.

 

Tentunya pemindahan posisi ini punya beberapa alasan "Kalau di atas mesin pasti akan lebih panas, dengan desain yang baru ini diharapkan udara yang masuk ke dalam CVT lebih dingin. Sehingga pendinginannya lebih optimal," ungkapnya.

"Yang kedua, dengan desain ini kotoran yang mungkin terbawa masuk juga bisa lebih kecil," yakinnya. Hemm.. Enggak sekedar ganti baju dan nama kan? (motorplus-online.com)

Irfan Bachdim Keliling Jakarta Bersama Hayate 125

Icon Suzuki Hayate 125, Irfan Bachdim bukan hanya hadir pada peluncurkan Suzuki Hayate 125 kemarin sore (31/3). Tapi juga berkeliling Jakarta bersama skubek baru Suzuki ini, sekaligus didaulat menyerahkan bantuan pada WWF.

Irfan Bachdim berkendara bersama 50 rider yang semuanya menggendarai Suzuki Hayate 125, dan terdiri dari perwakilan klub skubek Suzuki di Jakarta.

"Senang banget karena bisa ikutan ngerasain motor baru dari Suzuki dan konvoi bareng Irfan Bachdim," ungkap Debby, salah satu peserta city touring dari klub Spinner.

Konvoi ini melalui rute, Sunter - Kuningan - Kelapa Gading.  Pemberhentian pertama ada di WWF-Indonsia. Di tempat ini, Irfan Bachdim dan jajaran direksi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyerahkan lima unit Suzuki Hayate 125.

Nantinya kelima unit skubek tersebut akan dipakai sebagai kendaraan operasional WWF Indonesia. "Kami memilih WWF karena lembaga ini bergerak dibidang pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sama seperti misi Suzuki yang selalu merilis produk ramah lingkungan," jelas Gunadi Shinduwinata, Presiden Direktur PT SIS.


 
Selanjutnya, dari Kuningan rombongan konvoi akan dibawa ke lokasi grand launching Hayate di La Piazza, Kelapa Gading yang dimeriahkan oleh band Gigi dan Astrid. (motorplus-online.com)